Dandi Maulana Minta Maaf dan Alasan Kenapa Aji Santoso Tahan Leo Lelis

Bolamakanbola.com – Dandi Maulana, bek Persebaya Surabaya yang meminta maaf usai kalah dari Persikabo 1973 di laga perdana Liga 1 2022.

Selain itu terungkap alasan kenapa Aji Santoso Pelatih Persebaya Surabaya tahan Leo Lelis sehingga tak tampil lawan Persikabo 1973.

Aji Santoso ternyata punya alasan kuat, sehinga Leo Lelis gagal debut di laga perdana Liga 1 2022.

1. Dandi Maulana Bek Persebaya Surabaya Minta Maaf

Bek Persebaya Surabaya, Dandi Maulana meminta maaf usai timnya kalah dari Persikabo 1973 di laga perdana Liga 1 2022.

Seperti diketahui, Persebaya Surabaya ditundukkan oleh Persikabo 1973 di Stadion Pakansari, Bogor pada Senin (2022/7/25).

Kemenangan Persikabo 1973 berasal dari tendangan penalti yang dieksekusi oleh Gustavo Tocantins (53′).

Hadiah penalti itu diberikan oleh wasit Sance Lawita usai Dandi Maulana melanggar Dimas Drajad yang berada di kotak penalti.

Dianggap sebagai dalang kekalahan Persebaya Surabaya, Dandi Maulana pun meminta maaf.

Dandi Maualana menjadi pemain starter di laga Persikabo vs Persebaya (PT LIB)

Eks pemain Barito Putera itu mengungkapkan permintaan maafnya melalui akun instagram resminya.

“Kekalahan bukan akhir segalanya dan mohon maaf atas kekalahan semalam” Tulis Dandi Maulana.

Lebih lanjut, pemain berusia 24 tahun itu berterimakasih pada pendukung Persebaya Surabaya (BONEK) yang telah memberikan masukan padanya.

“Khusus untuk bonek terimakasih masukannya”

Seakan tak mau terlalu fokus pada kekalahan, Dandi Maulana langsung menatap laga pekan kedua yang akan ia lakoni bersama rekan-rekannya.

“Fokus laga home” Ungkapnya.

Adapun, Persebaya Surabaya selanjutnya akan melawan Persita Tangerang di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya.

Dandi Maualana, bek persebaya Surabaya (Dandi Maulana).

Laga Persebaya vs Persita itu akan digelar pada Senin (2022/8/01) mendatang.

Dianggap Pelanggaran Tak Perlu

Pelanggaran yang berbuah penalti untuk Persikabo 1973 itu dianggap tak perlu oleh pelatih Persebaya Surabaya, Aji Santoso.

Baca Juga:  Ini Beberapa Kekurangan Timnas Indonesia U-23, Menurut Shin Tae-Yong

Hal itu lantaran pemain belakangnya terburu-buru mengambil keputusan hingga berbuah pelanggaran dan hadiah pinalti untuk tuan rumah.

“Sebenarnya tadi bolanya tidak berbahaya, cuman pemain kami salah mengambil keputusan akhirnya terjadi penalti. Saya selalu mewanti-wanti untuk hati-hati tidak melakukan pelanggaran,” ungkap Aji Santoso usai laga.

“Ini pelajaran untuk pemain saya untuk lebih tenang ketika menghadapi satu lawan satu,” tambahnya.

Biodata Dandi Maulana

Melansir dari Wikipedia, Dandi Maulana Lahir Pandeglang, 17 Juli 1998.

Ia adalah Pesepakbola Indonesia yang sekarang bermain untuk klub Persebaya yang berkompetisi di liga 1 Indonesia.

Sebelum berlabuh ke Persebaya Dandi Maulana pernah bergabung dengan Barito Putera sejak Musim 2016.

Dandi biasa bermain sebagai Bek Tengah.

Tumbuh dan besar di Pandeglang, Dandi memulai bermain sepak bola sejak berusia 3 tahun dan bergabung dengan klub lokal setempat pada usia 7 tahun.

Pada masa awalnya bermain sepakbola, Dandi pernah ditentang oleh orang tua, tetapi kegemaran dan prestasinya membawa tim SSB lokal meraih juara, membuat kedua orangtuanya malah mendukung secara penuh.

Pemain yang diawalnya bermain sebagai penyerang ini ditemukan bakat oleh Coach Mundari Karya, pelatih yang terkenal memoles bakat-bakat muda.

Ia kemudian memperkuat Timnas U-16, kemudian berlanjut ke menimba ilmu di program pengembangan sepak bola usia muda asal Malaysia, Frenz United.

Setelahnya karier Dandi kemudian terus meningkat. Dari Barito Putera U-21, lalu sempat berlabuh di Persija Jakarta, lalu kembali lagi ke Barito.

Pada awal Liga 1 Musim 2016, ia dipromosikan ke Tim Utama Barito Putera.

Bersama dengan Hansamu Yama, Paulo Oktavianus Sitanggang, Muhammad Rifky, Gavin Kwan, dan pemain muda lainnya, Dandi di proyeksikan oleh klub untuk menjadi punggawa Barito Putera di masa depan.

Baca Juga:  Pelatih Kiper Persebaya Surabaya Mendapat Sanksi Dari Komdis PSSI

2. Alasan Leo Lelis Gagal Debut di Liga 1 Lawan Persikabo 1973

Bek Asing Persebaya Surabaya Leo Lelis gagal catatkan debut resmi bersama Bajul Ijo di Liga 1 2022 lawan Persikabo 1973. Aji Santoso padahal sempat berharap.

Leo Lelis gagal catatkan debut bersama Persebaya Surabaya di Liga 1 2022.

Pemain seharga Rp 4,35 Miliar berdasarkan situs Transfermarkt itu absen akibat cedera yang dialami.

Cedera tersebut didapatkan oleh Leo Lelis saat skuad Persebaya Surabaya menjalani tes Vo2Max beberapa hari yang lalu.

Pemain asal Brazil itu bahkan dibawa oleh Aji Santoso ke Bogor untuk dilihat perkembangannya.

Namun karena tak mendapatkan kemajuan signifikan, akhirnya Aji harus mengistirahkan sang pemain jelang kick off pertandingan antara Persikabo vs Persebaya.

”Lelis akan disimpan untuk lawan Persikabo. Dia memang kita bawa untuk melihat perkembangannya, tapi hari ini kita putuskan untuk mengistirahatkan dia,” ungkap Aji Santoso.

Aji mengungkapkan bahwa alasannya menyimpan Leo lelis adalah ia tak mau mengambil resiko pada pemainnya.

”Kita jelas tidak mau demi satu laga justru membuat cederanya makin parah dan makin lama penyembuhannya,” lanjutnya.

Posisi yang ditinggalkan Leo Lelis pun akhirnya ditambal oleh Dandi Maulana yang bertandem dengan Rizky Ridho.

Riswan Lauhin yang menjadi satu-satunya opsi bek tengah tersisa pun akhirnya dimasukkan di babak kedua untuk menggantikan Dandi Maulana.

Kesalahan Lini Belakang

Absennya Leo Lelis ternyata harus dibayar mahal oleh Persebaya Surabaya.

Salah antisipasi yang dilakukan oleh Dandi Maulana pada saat menghadang Dimas Drajad membuat wasit Sance Lawita menunjuk titik putih.

Gustavo Toncatins yang menjadi eksekutor pun berhasil menuntaskan tugasnya dengan baik di menit ke-53.

Pelatih Persebaya Surabaya, Aji Santoso pun menyadari kesalahan antisipasi tersebut.

Menurutnya, bola yang coba diantisipasi pemainnya itu bukanlah bola yang bahaya.

Baca Juga:  Rekap Pertandingan PSG vs Lorient : Skor 5-1

“Sebenarnya tadi bolanya tidak berbahaya, cuman pemain kami salah mengambil keputusan akhirnya terjadi penalti. Saya selalu mewanti-wanti untuk hati-hati tidak melakukan pelanggaran,” ungkap Aji Santoso usai laga.

“Ini pelajaran untuk pemain saya untuk lebih tenang ketika menghadapi satu lawan satu,” tambahnya.

Padahal Aji Santoso menilai secara permainan cukup berimbang, Persebaya yang di laga status tim tamu memberikan perlawanan.

“Sebenarnya pertandingan tadi berjalan dengan cukup berimbang meskipun kami bermain away, tetapi kesalahan pemain belakang dan itu menurut saya satu-satunya peluang yang dimiliki Persikabo,” sebut pelatih berlisensi AFC Pro itu.

Aji Santoso tidak memungkiri bahwa awal laga pemainnya sedikit kesulitan, apalagi sebagian pemainnya baru pertama mentas di Liga 1.

“Ada beberapa pemain saya yang baru pertama kali merasakan kompetisi Liga 1 dan itu menurut saya normal,” jelasnya.

Termasuk soal tidak mainnya bek asing Persebaya di laga ini yang menjadikan lini pertahanan semuanya pemain lokal.

“Sebenarnya tidak ada masalah (bek semuanya lokal), cuman tadi terburu mengambil keputusan,” jelas Aji.

“Tetapi inilah sepak bola, baru awal, masih banyak pertandingan, tapi dengan kekalahan ini saya akan segera evaluasi agar di pertandingan kedua lebih baik lagi,” pungkas Aji Santoso.

Sementara salah satu pemain Persebaya, Brylian Aldama juga ungkapkan hal sama.

“Meskipun kami tidak berhasil meraih 3 poin di pertandingan pertama , tapi kami bisa mendapatkan pelajaran di pertandingan tadi, kami akan evaluasi dan benahi untuk pertandingan selanjutnya,” jelasnya.

Di laga selanjutnya, Higor Vidal cs bakal bermain kandang menjamu Persita Tangerang di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya pada Senin (2022/8/01).

Komentari

Check Also

PSIS Datangkan eks Pemain Persipura dan PSM Makassar, Titus Bonai

Bolamakanbola.com – Mendekati hari penutupan pendaftaran pemain untuk Liga 1 2022/2023, PSIS kedatangan satu amunisi …

Mauricio Pochettino: Saya Tinggalkan PSG Bukan Karena Kylian Mbappe

Bolamakanbola.com – Pochettino tidak yakin ada andil Mbappe di balik kepergiannya dari Paris, terlepas banyaknya …

AMTV Live
AM Radio
Aulanews
Majalah Aula
E-Harian